UKI Toraja Perkuat Pa’kea Agri-Nexus Melalui Kolaborasi Internasional dan Pemanfaatan Kawasan Hutan Berkelanjutan
Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pertanian terpadu yang inovatif dan berkelanjutan melalui pengembangan program Pa’kea Agri-Nexus. Sebagai bagian dari implementasi strategi kerja sama institusi, Bidang Kerja Sama, Urusan Internasional, dan Kealumnian menginisiasi pengembangan jejaring kemitraan yang berfokus pada penguatan sektor pangan unggulan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan Kedutaan Besar New Zealand dalam pengembangan komoditas hortikultura dan perkebunan bernilai ekonomi tinggi, yakni kopi, tamarilo, dan markisa. Inisiatif ini sejalan dengan keunggulan New Zealand dalam bidang pertanian modern, pengembangan komoditas bernilai tambah, serta penerapan praktik pertanian berkelanjutan yang menjadi salah satu fokus kerja sama kedua negara. Hubungan Indonesia dan New Zealand sendiri terus diperkuat melalui kemitraan di bidang pertanian, pendidikan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Selain memperluas jejaring internasional, UKI Toraja juga mendorong sinergi dengan Kementerian Kehutanan melalui rencana pemanfaatan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) sebagai laboratorium lapangan untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pemanfaatan kawasan ini diharapkan menjadi ruang implementasi berbagai inovasi pengelolaan agroforestri, konservasi, serta pengembangan hasil hutan bukan kayu yang mendukung konsep bioekonomi dan pembangunan berkelanjutan sebagaimana menjadi arah kebijakan nasional sektor kehutanan.
Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian yang saling terintegrasi dalam pengembangan Pa’kea Agri-Nexus, sebuah kawasan Agroteknologi Terpadu yang dikembangkan UKI Toraja sebagai pusat pendidikan, riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal Toraja. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga menghubungkan aspek teknologi, konservasi lingkungan, hilirisasi produk, kewirausahaan, hingga kolaborasi internasional.
Melalui Pa’kea Agri-Nexus, komoditas unggulan seperti kopi, tamarilo, dan markisa akan dikembangkan menggunakan pendekatan smart farming, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengembangan produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing petani dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Di sisi lain, pemanfaatan KHDTK akan memperkuat aspek keberlanjutan melalui penerapan sistem agroforestri, konservasi keanekaragaman hayati, serta penelitian mengenai pengelolaan lanskap pertanian dan kehutanan yang terintegrasi.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Urusan Internasional, dan Kealumnian UKI Toraja menyampaikan bahwa pengembangan jejaring ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk menghadirkan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pa’kea Agri-Nexus dirancang sebagai pusat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah, mitra internasional, dunia industri, maupun masyarakat. Melalui sinergi ini, UKI Toraja ingin menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, menghasilkan riset yang aplikatif, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Ke depan, kolaborasi dengan Kedutaan Besar New Zealand dan Kementerian Kehutanan diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program bersama, mulai dari penelitian kolaboratif, pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga hilirisasi komoditas unggulan yang mendukung ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Toraja.
Dengan penguatan jejaring nasional dan internasional tersebut, UKI Toraja semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang mampu mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama strategis dalam mewujudkan pertanian masa depan yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan melalui Pa’kea Agri-Nexus.










